Masa Kolonialisme Indonesia
MASUK DAN
BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA-BANGSA EROPA DI INDONESIA
A. MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA PORTUGIS DI INDONESIA
MASUKNYA :
Alfonso de Albuquerque, menyerang Malaka dan berhasil
menguasainya pada tahun 1511, dimana Malaka saat itu diperkirakan memiliki
banyak kekayaan berupa rempah-rempah.
Di bawah pimpinan Francisco Serro sampai di Maluku
pada tahun 1512 tepatnya di ternate setelah sebelumnya singgah terlebih dahulu
di Gresik dan Banda.
Portugis mampu menguasai Maluku dikarenakan jasanya
membantu Ternate mengalahkan Tidore.
PERKEMBANGANNYA ;
Untuk membantu Ternate tersebut Portugis diizinkan
untuk mendirikan benteng pertahanan (1522) yang awalnya digunkan untuk menahan
serangan Tidore tetapi selanjutnya dikuasai oleh Portugis.
Selain itu Portugis berhasil mendapatkan hak monopoli
perdagangan rempah-rempah di Maluku (Ternate) sebagai upah usahanya mengalahkan
Tidore. Karena monopoli tersebut maka perdagangan rempah-rempah di Ternate
hanya boleh dilakukan oleh Portugis.
Setelah mengetahui betapa merugikannya monopoli
perdagangan yang dilakukan Portugis tersebut maka Ternate mulai menolak
kedatangan Portugis yang selanjutnya.
Puncak penolakannya yaitu dengan terbunuhnya raja
Hairun (Raja Ternate) oleh Portugis yang menyebabkan Portugis diusir dari
Maluku pada 1575.
Selain itu Portugis selama di Maluku berusaha
menyebarkan agama Kristen sementara itu penduduk Ternate saat itu beragama
Islam. Perilaku Portugis selama berada di Maluku pun dinilai tidak sopan.
Portugis akhirnya berusaha mencari daerah lain yaitu
di Sumatera dan di Jawa meskipun di Sumatera dia berusaha menguasai cengkeh dan
lada tetapi kurang berhasil sebab Aceh sangat kuat dalam perdaganagn lada.
Portugis di
Indonesia dari tahun 1511 sampai 1641.
B.
MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA BELANDA MASA VOC DI INDONESIA
MASUKNYA :
Cornelis de Houtman memimpin pelayaran dari Belanda
tahun 1595 dan tiba di Banten Juni 1596. Dari Banten pelayaran dilanjutkan ke
Maluku dan berhasil mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya disana.
BERKEMBANGNYA VOC:
VOC dibentuk pada Maret 1602 karena adanya persaingan
dagang antara sesama kongsi dagang Belanda. Tujuan dibentuk VOC untuk mengatasi
persaingan antara para pedagang Belanda. Hal ini disebabakan harga
rempah-rempah di Eropa semakin tidak terkendali. VOC (Vereenigde Oost Indische
Compagnie) merupakan Perserikatan Maskapai Hindia Timur.
VOC mempunyai hak-hak istimewa yang diberikan oleh
Parlemen Belanda disebut hak Oktrooi.
Disamping hak istimewa, VOC juga mempunyai kewajiban
khusus terhadap pemerintah Belanda.
VOC wajib melaporkan hasil keuntungan dagangnya kepada
Parlemen Belanda.
VOC juga wajib membantu pemerintah Belanda dalam
menghadapi berbagai perangan.
Heeren XVII mengangkat Gubernur Jenderal VOC, dengan
tugasnya menangani urusan-urusan VOC di Hindia Belanda. Dibentuk pula Dewan
Hindia untuk memberi nasihat dan mengawasi tindakan Gubernur Jenderal.
Pusat kegiatan perdagangan VOC ada di Ambon.
Jan Pieterzoon Coen membantu Pangeran Jayakarta dalam
serangan terhadap Kerajaan Banten dan kerajan Banten berhasil dikalahkan. Jan
Pieterzoon Coen kemudian membangun kembali kota Jayakarta dan memberinya nama
Batavia. Batavia dijadikan sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan Belanda di
Indonesia. Sejak saat itu Batavia resmi menjadi markas besar VOC di Indonesia.
Pada akhir abad ke-18, VOC mengalami kemunduran
disebabkan :
1.
Gencarnya persainagn dari bangsa Perancis dan Inggris.
2.
Korupsi dan pencurian yang dilakukan para pegawai VOC.
3.
Maraknya perdagangan gelap di jalur monopoli VOC.
4.
Besarnya aggaran belanja VOC tidak sebanding dengan pemasukkannya.
Akhirnya VOC dibubarkan pada tahun 1799 dengan segala
tanggungjawab VOC diambil alih oleh kerajaan Belanda dengan tujuan agar wilayah
Indonesia tetap dalam pengendalian Belanda.
C.
MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA BELANDA MASA DAENDELS DI INDONESIA
MASUKNYA :
Cornelis de Houtman memimpin pelayaran dari Belanda
tahun 1595 dan tiba di Banten Juni 1596. Dari Banten pelayaran dilanjutkan ke
Maluku dan berhasil mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya disana.
PERKEMBANGAN MASA DAENDELS:
Setelah VOC bubar dan diambil alih oleh Belanda, maka
Raja Louis Napoleon Bonaparte menunjuk Herman Willem Daendels sebagai Gubernur
Jenderal di Indonesia.
Herman Willem Daendels berkuasa dari tahun 1808 sampai
1811. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Daendels:
1.
Bidang Pertahanaan, ia bertugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris
yang saat itu sedang berperang melawan Perancis.
2.
Membangun angkatan perang yang terdiri dari orang-orang Indonesia.
3.
Membangun benteng-benteng militer, pabrik senjata, dan rumah sakit militer.
4.
Membangun jalan utama yang yang menghubungkan kota-kota sepanjang pantai utara
Jawa. Jalan tersebut membentang dari Anyer di Jawa Barat hingga Panarukan di
Jawa Timur.
5.
Pembangunan Pelabuhan di Banten, Merak, dan Surabaya, serta membuat
perahu-perahu untuk keperluan pemerintahannya.
6.
Daendels berusaha untuk menanamkan kekuasaannya di kerajaan-kerajaan lokal di
Indonesia, dan berusaha untuk mengubah tata cara lama dalam tradisi
kerajaan-kerajaan Indonesia.
7.
Menjual tanah rakyat kepada pengusaha swasta asing dari Belanda, Arab, dan
Cina.
Pelaksanaan kebijakan tersebut dilakukan dengan sistem
kerja paksa yang disebut Kerja Rodi. Rakyat harus bekerja keras membangun saran
umum tersebut tanpa mendapat upah. Ribuan rakyat meninggal saat mengerjakan
pembuatan jalan raya tersebut.
Tindakan Daendels tersebut menimbulkan konflik dengan
para penguasa lokal Indonesia. Tindakan otoriter Daendels tersebut membuat Raja
Louis Napoleon Bonaparte memanggil kembali Daendels ke Belanda dan diganti oleh
GubernurJenderal Jansens.
D.
MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA BELANDA MASA HINDIA BELANDA DI
INDONESIA
MASUKNYA :
Cornelis de Houtman memimpin pelayaran dari Belanda
tahun 1595 dan tiba di Banten Juni 1596. Dari Banten pelayaran dilanjutkan ke
Maluku dan berhasil mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya disana.
PERKEMBANGAN MASA DAENDELS:
Belanda menguasai kembali Indonesia setelah berhasil
mengalahkan Inggris dengan adanya Konvensi London tahun 1814. Pemerintahan
kolonial Belanda dipegang oleh:
a.
Komisaris Jendral (1816-1819) yang terdiri Elout, Buyskes, dan Van der
Capellen.
b.
Van der Capellen (1819-1826)
Dalam masa pemerintahannya dia berusaha mendapatkan
keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal tersebut bertujuan untuk membayar hutang
Belanda yang cukup besar selama perang.
Kebijakannya : menyewakan tanah kepada
pengusaha-pengusaha Eropa.
c.
Du Bus De Gisignnes (1826-1830)
d.
Van den Bosh (1830-1870)
Mengambil kebijakan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel).
Sistem dimana setiap petani di Jawa wajib menanam tanaman perdagangan ekspor
yang laku dipasaran Eropa/dunia. Oleh karena itu, rakyat dikenakan pajak in
natura.
Ketentuan pokok sistem tanam paksa:
1.
Persetujuan menyerahkan sebagian tanah yaitu seperlima dari tanah pertanian
milik penduduk.
2.
Waktu untuk bekerja tanam paksa tidak melebihi ewaktu untuk pekerjaan menanam
padi.
3.
Bebas pajak tanah
4.
Kelebihan atau keuntungan diarahkan atau diberikan kepada rakyat
5.
Jika terjadi kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah.
6.
Kerja paksa dilakukan dibawah pengawasan kepala desa
7.
Bagi rakyat yang tidak punya tanah, wajib bekerja 66 hari.
Pada pelaksanaannya ternyata tidak seindah ketentuan
tersebut, pada pelaksanaannya selalu sangat membebankan rakyat. Tetapi rakyat
Jawa terlalu patuh terhadap kebijakan tersebut sehingga tidak ada perlawanan
dari rakyat.
Jenis tanam paksa : Gula, Nila (indigo), teh,
tembakau, kayu manis, kapas, kopi.
Tanaman Musiman: Gula, Nila, Tembakau.
Tanaman Tahuanan : Lada, Kopi, Karet, Teh, Kelapa
Sawit.
Rakyat Indonesia wajib menanam tanaman-tanaman
tersebut dimana selanjutnya hasilnya diserahkan pada Belanda. Pemerintah
Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari sistem tanam paksa
tersebut sehingga hutang-hutang Belanda dapat dilunasi bahkan semua masalah
keungan Belanda dapat diatasi.
Tanam Paksa dihapuskan karena :
a.
Beban rakyat yang semakin besar sebab rakyat selain dibebankan kewajiban
menanam tanaman ekspor, rakyat masih harus bekerja rodi untuk pemerintah
membangun sarana-prasarana umum, selain itu rakyat juga dibebankan kewajiban
membayar pajak.
b.
Timbulnya bahaya kelaparan, disebabakan karena daya tahan rakyat dalam
menghadapi bencana terlalu kecil sehingga ketika musim kemarau tiba mereka
tidak mampu mengatasinya. Bencana kelaparan tersebut menyebabkan berkurangnya
jumlah penduduk di Pulau Jawa. Contoh
Di demak penduduknya berkurang dari 336.000 jiwa
menjadi 120.000 jiwa.
Di Grobogan, penduduknya berkurang dari 89.500
jiwa menjadi 9.000 jiwa.
c.
Bencana tersebut sebagai titik balik atau merupakan batas kemampuan eksploitasi
para petani di Jawa dengan diterapkannya sistem tanam paksa.
d.
Keadaan sebenarnya di Jawa tersebut diketahui oleh orang-orang Belanda di
negara Belanda sehingga mereka melakukan penentangan seperti Vitalis, Baron van
Hoevell, Multatuli (Douwes Dekker), Frans van de Pute.
Usaha penghapusan tanam paksa sudah dilakukan sejak
tahun 1860 dengan penghapusan tanaman lada sampai 1870 secara resmi tanam paksa
dihapuskan di Indonesia namun tanam paksa kopi baru dapat dihapuskan setelah
1917 dan tanam paksa benar-benar terhapus di Indonesia pada 1920.
E.
MASUK DAN BERKEMBANGNYA KEKUASAAN BANGSA INGGRIS DI INDONESIA
MASUKNYA:
Sir James Lancaster merupakan orang pertama yang
memimpin armada pelayaran Inggris dan tiba di Aceh pada 1602 dan langsung
melanjutkan pelayaran ke Banten.
Selanjutnya Sir Henry Middleton pada tahun1604
berhasil mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Di Maluku, Inggris
mendapat persaingan dari Portugis dalam usaha mendapatkan rempah-rempah.
Inggris akhirnya melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Barat, Makasar, Jayakarta,
Jepara, aceh, Pariaman, dan Jambi.
BERKEMBANGNYA:
Raffles berkuasa dari tahun 1811-1814 setelah pada
tahun 1811, Inggris menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai Belanda di Jawa.
Hal ini berhasil membuat Belanda menyerah tanpa syarat dan memberikan wilayah
kekuasaan kepada pemerintah Inggris.
Kekuasaan Inggris di Indonesia diwakili oleh Maskapai
Hindia Timur (The East India Company) disingkat EIC yang berpusat di Calcutta,
India. EIC mendapat hak Oktrooi dari Ratu Elizabeth I. Saat Gubernur Jenderal
Lord Minto menjadi pemimpin EIC, dia mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai
Gubernur Jenderal di Hindia Belanda.
Selama Raffles berkuasa ia menerapkan berbagai
kebijakan diantaranya:
- Membagi wilayah Pulau Jawa menjadi 16 daerah Karisedenan. Tujuannya untuk mempermudah pengaturan dan pengawasan terhadap Pulau Jawa.
- Membentuk sistem pemerintahan dan pengadilan dengan merujuk kepada sistem di Inggris.
- Mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi kemakmuran Inggris dengan menerapkan sistem pemiliki atas tanah dan memberlakukan sewa tanah (Stelsel Tanah)
Karena tindakan-tindakan Raffles selama berkuasa
kurang memperhatikan kekuasaan pemerintah lokal maka dia mendapat pertentangan
dari para penguasa lokal di Indonesia.
Selama di Indonesia berhasil menulis buku yang berjudul
History of Java berisi sejarah budaya indonesia. Namanya diabadikan
sebagai nama bunga bangkai di Bengkulu “Rafflesia Arnoldi”
Kekuasaan Raffles berakhir pada 1814 setelah terjadi
Konvensi London antara Inggris dan Belanda. Isinya “Inggris harus mengembalikan
semua wilayah jajahan Belanda yang telah dikuasainya.
Inggris menyerahkan kekuasaan pada Belanda tahun 1816.
Perlawanan Rakyat Indonesia
* Kedatangan Spanyol ke Maluku dianggap melanggar hak monopoli
Portugis,maka timbul persaingan.
Portugis diijinkan membuat benteng
di Ternate : benteng Sao Paulo.
Spanyol diterima degan baik di
Tidore.
Persaingan Portugis-Ternate dengan
Spanyol-Ternate menimbulkan perang.
Dimenangkan oleh Portugis-Ternate.
Persaingan selanjutnya diselesaikan
dengan :
Perjanjian Saragosa (1529) :
Maluku
menjadi wilayah perdagangan Portugis dan Filipina menjadi
wilayah
perdagangan Spanyol
* Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis
- Perlawanan Ternate,Tidore,Bacan
terhadap Portugis.
Ternate,Tidore dan Bacan kalah
karena Portugis dibantu Malaka.
- Perlawanan rakyat Maluku di bawah
Sultan Hairun dari Ternate. Sultan Hairun diundang ke
benteng Portugis kemudian
dibunuh.
- Perlawanan rakyat Maluku di bawah
Sultan Baabullah. Benteng Sao Paulo berhasil direbut.
Portugis tersingkir dari Ternate.
* VOC terbentuk dan menjadikan Ambon sebagai pusat kegiatan
* Jayakarta direbut Belanda dari P.Wijayakrama. Pusat VOC dipindah ke
Jayakarta.
Jayakarta diganti nama menjadi
Batavia
*Perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC
-
Dipimpin oleh Siadi,lalu ditaklukan Belanda
-
Sultan Ternate dan Tidore dipaksa mengadakan perjanjian
-
Sultan Ternate dan Tidore menjadi pegawai Belanda dengan gaji 12.000
ringgit
-
Rakyat Maluku tidak boleh menananm cengkih dan pala
*Perlawanan Banten terhadap Belanda
-
Terjadi perselisihan antara Sultan Haji dan Sultan Ageng Tirtayasa
mengenai pengganti raja
Sultan Haji bersengkongkol
dengan Belanda dan mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa.
Tahun 1684,Sultan Haji
menandatangani perjanjian dengan VOC.
Isi : VOC berhak memonopoli dan
mengatur perdagangan di Banten.
Pedagang asing tidak boleh
masuk selain Belanda
Banten harus membayar
biaya perang dan mengijinkan VOC membuat benteng.
*Perlawanan Mataram terhadap Belanda
1) Puncak kejayaan dibawah
Sultan Agung
2) Perluasan ke Barat terhalang
kekuasaan Belanda di Batavia
3) Mataram menyerang Belanda
melalui darat dan laut tetapi gagal
4) Pasukan dibawah Tumenggung
Baurekso membuat benteng dari bambu Marunda, Cilincing.
a. VOC membakar kampung
disekitarnya supaya mudah mengawasi gerakan mereka.
b. Pasukan Mataram menggali
parit ke benteng dan memanjat dinding benteng,tapi
mereka gagal.
c. VOC menyerang balas
sehingga Tumenggung Baurekso dan pasukannya gugur.
5) Tumenggung Suro
Agul-Agul,Kiai Dipati Madingo,Kiai Dipati Upasonto datang membantu.
6) Untuk mengalahkan
VOC,tentara Mataram membendung kali Ciliwung. Wabah penyakit
berjangkit di benteng VOC.
Tapi tentara Mataram juga terkena akibatnya sehingga kekurangan
makan dan terkena malaria.
7) Dalam serangan ke dua
Mataram menyiapkan logistik. Menempatkan lumbung di Tegal dan
Cirebon. Belanda mengetahui
lalu membakar lumbung itu.
8) Akhirnya Benteng Hollandia
berhasil direbut,tapi serangan ke Bommelin gagal.
9) Dalam pengepungan kota Mataram,J.P.Coen
meninggal karena kolera.
10) Mataram gagal merebut
Batavia karena kurang logistik.
11) Amangkurat I dan II adalah
Sulata Mataram yang mengijinkan Belanda berdagang di semua
bandar Mataram. Bandar Semarang
dan Priangan diberikan pada Belanda.
12) Timbul pemberontakan
Trunojoyo. Trunojoyo hampir menguasai seluruh Jawa Tengah dan
Jawa Timur dengan bantuan
orang-orang Makasar setelah Perjanjian Bongaya (1667).
13) Dengan campur tangan
Belanda,Trunojoyo berhasil didkalahkan di Selangkung,Kediri.
14) Amangkurat II dibunuh.
15) Pemberontakan Untung
Suropati berawal di Jabar. Membunuh Kapten Tach.
16) Amangkurat III dan Sunan Mas
tidak diakui kekuasaannya oleh Belanda karena bergabung
dengan Untung Suropati.
17) Belanda mengangkat Pangeran
Puger jadi Raja Mataram.
18) Untung Suropati kalah,wafat
di Bangil.
19) Sunan Mas kalah dan dibuang
ke Srilanka.
20) Ketika Pakubuwono III
memerintah terjadi pembunuhan massal di Batavia terhadap orang-
orang Cina. Orang Cina
membalas dengan membunuh orang Eropa.
21) Dalam keadaan kacau
Pakubuwowno III membantu Cina emnyerang benteng Belanda di Kartasura.
22) Karena takut serangan
balasan,Pakubuwono III kembali memihak Belanda. Pantai Jawa Tengah dan Jawa
Timur diserahkan. Ibu kota Mataram dipindahkan ke Surakarta.
23) Mas Said (kemenakan
Pakubuwono II) dan Mangkubumi (saudara Sultan) menyerang Belanda.
24) Sebelum menginggal Pakubuwono
II menitipkan Mataram pada Belanda. Pakubuwono III
raja yang takluk.
25) Perlawanan Mangkubumi
berakhir dengan perjanjian Giyanti 1755.
Isi : Mataram sebelah
Timur : Pakubuwono III, ibu kota Surakarta
Mataran sebelah Barat
: Mangkubumi, ibu kota Yogyakarta
26) Akhirnya Mas Said berdamai
dengan Belanda. Diadakan perjanjian Salatiga (1757). Mas Said ,
Mangkunegaran I
memperoleh sebagian daerah Surakarta
yang direbut dari Mangkunegaran.
27) Mataram yang dibangun Sultan
Agung akhirnya terpecah-pecah.
* Perlawanan rakyat Malaka
- Perlawanan yang terkenal dibawah Katir
(oarang Jawa). Ia berusaha melakukan
sabotase ekonomi
terhadap Portugis dengan cara menahan masuknya beras ke
Malaka. Karena
selalu diburu Belanda,ia meminta bantuan Demak.
Penyerangan Demak
di bawah Dipati Unus gagal.
* Perlawanan rakyat Aceh
- Masa kejayaan di bawah : S. Iskandar Muda. Ia
menyerang Portugis di Malaka
tapi kalah.
- Untuk meningkatkan perdagangan dan mendapat
dana,Aceh mengijinkan kapal-kapal
Belanda memasuki
bandar-bandar Aceh.
* Portugis dan Belanda bersaing untuk menguasai Selat malaka.
* Kerajaan Nusantara di sekitas Selat Malaka ikut bersaing.
* Johor memihak Belanda. Aceh memihak Portugis. Aceh-Portugis kalah. Malaka
direbut Belanda.
* Perlawanan rakyat Banjar
- Belanda menuntut hak monopoli lada. Raja
Banjar setuju tapi para bangsawan
tidak setuju.
Terjadi kerusuhan yang menyebabkan orang Belanda terbunuh.
- Melalui jalur perdagangan Belanda mencampuri
pemerintahan,termasuk pemilihan
raja.
- Monopoli perdagangan sulit dicapai karena
pedagang Makasar dan Cina mampu
membeli lada
dengan harga tinggi.
* Perlawanan rakyat Gowa-tallo
- Bandar Somba opu : bandar transit yang
menghubungkan daerah Maluku Timur dan Indonesia bagian Barat.
- Belanda mengajak Gowa-Tallo melawan Banda dan
menghentikan perdagangan beras
dengan Portugis.
Usul ZBelanda ditolak. Belanda membalas dengan menyerang
kapal-kapal Gowa.
- Tahun 1634 Belanda memblokade bandar
Sombaopu. Tapi gagal sehingga Belanda
berdamai dengan
Gowa-Tallo.
- Belanda merampas kapal Gowa yang mengangkut
cendana. Terjadi pertempuran dan
Gowa kalah
sehingga Gowa mengakui Monopoli Belanda di Maluku.
- Terjadi perselisihan antara Aru Palaka dengan
S. Hassanuddin,Belanda
memihak Aru Palaka.
- Perang terbesar terjadi di Buton dan Makasar.
Antara S. Hassanuddin dengan
Cornelis Spellman
dibantu Aru Palaka. S. Hassanuddin kalah.
- Terjadi perjanjian Bungaya (18 November
1667).
Isi : - Kerajaan
Gowa melepaskan Bone dan Sumbawa
- Kapal
asing tidak boleh mesuk ke Gowa
- Kapal Gowa
hanya boleh berlayar dengan seijin Belanda
- Biaya
perang Kompeni dibantu oleh Gowa -Tallo
* Perlawanan Pattimura
- Belanda berusaha menguasai Maluku. Benteng Duurstede direbut.
- Belanda mengangkat Resident Van den Burg dan
mendirikan benteng Duurstede.
Thomas
Matualessy,Anthony Rhebok,Lucas Latumahina, Said Parinrah,Ulupaha dan
Paulus Tiahahu
memimpin rakyat melawan Belanda. Belanda kalah,benteng berhasil
direbut, Resident
mati.
- Di Harulu Maluku gagal merebut benteng
Zeelandia.
- Belanda berhasil merebut Duurstede.
- Pattimura, Thomas Pattiwael,Anthony
Rhebok,Raja Now ditangkap. Perlawanan
melemah. Tanggal
16 Desember 1817 Pattimura digantung.
* Perlawanan Padri
* Faktor Umum : Perpecahan kaum adat dan kaum Padri
* Faktor pemicu : Belanda membantu kaum adat menindas Kaum
Padri
* Akibat:
Belanda +Menambah daerah kekuasaan
- Keuangan
Belanda parah
Indonesia
+Tak ada
-Rakyat
menderita
* Golongan masyarakat di Minangkabau :
Kaum Padri : Taat agama
Kaum Adat : Mempertahankan hukum adat
* Terjadi perang antara kaum Padri [Datuk Bandaro] dan Kaum Adat [Datuk
Sati]
* Datuk Bandaro diganti Tuanku Imam Bonjol.
* Bonjol menjadi pusat perjuangan kaum Padri
* Belanda memihak kaum Adat
* Benteng Belanda: Van de Cock dan Van der Capellen di Batusangkar
* Tuanku nan Renceh berjuang di Baso
* Di Bonio dan Agam, Belanda gagal menghancurkan Padri
* Residen Du Pay mengajak berunding, tapi ditolak oleh kaum Padri di kota
Lawas.
Sehingga perang pecah, namun sempat
terhenti karena ada perang Diponegoro.
* Sento Alibasa membantu kaum Padri. Namun ia ditangkap Belanda dan
pasukannya dibubarkan.
* Imam Bonjol akhirnya ditangkap, dibuangke Cianjur, Ambon, dan
Minangkabau, ia wafat di sana
sebagai tawanan.
* Perlawanan Diponegoro
* Sebab umum: 1. Mataram
diperkecil wilayahnya karena campur tangan Belanda.
2. Penderitaan
rakyat dijadikan alasan untuk berbagai pajak
3. Bangsawan
dilarang menyewakan tanah
4. Tokoh ulama
dimasukkan dalam peradaban barat di Keraton
5. Belanda ikut
campur dalam urusan pemerintah
6. Penduduk---kerja
rodi
7. Raja-raja
dianggap pegawai pemerintahan Kolonial
khusus: Makam nenek Diponegoro dijadikan jalan
[Tegalrejo]
pemicu: Rumah Diponegor ditembaki
* Akibat :
Indonesia - Rakyat
menderita
Belanda + Daerah kekuasaan bertambah
* Keistimewaan Perang Diponegoro:
1. Benteng Stelsel
2. Siasat gerilya
3. Van der Capellen
melarang usaha perkebunan swasta di kalangan Istana
* Karena makam nenek Diponegoro akan dibuat jalan, P. Diponegoro marah dan
mencabut pasak-pasak
itu
* Belanda mengajaknya bergabung dengan keresidenan, Diponegoro menolak dan
rumahnya
ditembaki oleh Belanda
* Gua Selarong adalah pusat persembunyian Diponegoro dan pasukannya
* Ia didukung oleh Kiai Maja dan Sentot Alibasa Prawirodirjo
* Sistem benteng [benteng stelsel] milik Belanda berhasil melemahkan
pasukan Diponegoro
* Kiai Maja mau diajak berunding oleh Belanda. Perundingan gagal, ia
dibuang ke Minahasa
* Sentot Alibasa Prawirodirjo juga mau berunding. Mereka sepakat, Sentot
menyerah tetapi
masih boleh memimpin pasukan. Akhirnya Sentot
ditangkap dan dibuang ke Cianjur dan
meninggal di Bengkulu, ia dituduh
membantu pasukan Padri.
* P. Mangkubumi menyerah, karena anaknya, P. Dipokusumo dan patihnya
menyerah.
* P. Diponegoro akhirnya mau diajak berunding di Magelang tetapi ia ditipu
dan dibuang ke
Menado, ia meninggal di Makassar.
Perundingan itu gagal saat perebutan Mataram.
* Perlawanan Aceh
* Dalam traktat London, Inggris dan Belanda mengakui kedaulatan Aceh
* Dalam traktat Sumatra, Belanda boleh menaklukkan Sumatra temasuk Aceh
* Aceh meminta bantuan ke Turki, kedutaan Italia, dan Amerika di Singapura
* Belanda menyerang Aceh, karena Aceh meminta bantuan, pasukan Belanda
dapat dipukul mundur
dan Kohler tewas
* Belanda menyerang lagi di bawah pimpinan Mayor Jendral Van Suiten,
merebut Mesjid Raya dan
istana. Sultan Mahmudsyah
menyingkirr ke Luengbata
* Mahmudsyah meninggal, diganti Muhammad Daudsyah
* Rakyat melawan di bawag pimpinan Teuku Ibrahim, Teuku Cik Ditiro, Teuku
Umar, Cut Nyak Dien,
Panglima Polim
* Taktik Belanda:
a. Konsentrasi
Stelsel: Menempatkan pasukan
Belanda di benteng-benteng
Belanda.
b. Taktik adu
domba: Taktik ini gagal karena
Teuku Umar memihak
Belanda hanya untuk mencari senjata, lalu
berbalik melawan Belanda
c. Mengadu ulama
dengan para bangsawan: Belanda menyuruh
Dr. Snouck Hurgronje untuk menyelidiki budaya Aceh. Bukunya: de Acehers.
Ia menganjurkan agar ulama diadu domba dengan bangsawan.
* Bangsawan yang mau bekerjasama diterapkan dalam birokrasi Belanda. Hal
ini
diterapkan oleh Jend. Van Heutsz
[yang membentuk Korps Marsose]
* Teuku Umar gugur di Meulaboh
* Panglima Polim menyerah
* Sultan Muhammad Daudsyah menyerah
* Teuku Cik Ditiro meninggal
* Cut Nyak Dien dibuang ke Sumedang dan meninggal di sana.
*Perlawanan Bali
* Di Bali ada kerajaan Klungking, Karangasem, Buleleng, Badung.
* Buleleng-->adat tawan karang:
semua
kapal yang terdampar di perairan Buleleng menjadi milik
Buleleng.
* Belanda mengancam, lalu menyusun kekuatan militer di Karangasem
* Terjadi perang, Belanda menang
* Raja Buleleng dipaksa menandatangani perjanjian:
a. Benteng Buleleng
dibongkar
b. Belanda
ditempatkan di Buleleng
c. Biaya perang
ditanggung raja
* Setelah pasukan induk Belanda dipulangkan ke Jawa, kerajaan Karangasem,
Buleleng,
Klungkung, Badung, Menguni menyerbu
pos-pos Belanda dan merebut senjata api.
* Belanda menuntut agar I Gusti ktut Jelantik diserahkan ke Belanda.
* Mayor Jendral AV. Michiels, memimpin pasukan ke pantai Bali dan menyerang
langsung Jagaraga
* Bali mengadakan perang puputan tapi kalah.
*Gerakan Protes Petani
* Sebab: rakyat menderita
* Pusat pergerakan: pesantren
* Peristiwa pemberontakan petani: Banten Utara[1888], Sidoarjo[1903],
Kediri[1910], Jambi[1916],
Pasar Rebo [Jakarta] [1916],
Cimareme [Bogor] [1918], Toli-Toli [Sulawesi Tengah] [1920]
* Rakyat mempercayai adanya Ratu Adil.
* Di Jawa ada kepercayaan Jayabaya [Ramalan Jayabaya].
PENGARUH KOLONIALISME
DAN IMPERIALISME DI INDONESIA: 1) Perlawanan Rakyat 2) Perkembangan
Agama Kristen
1. Reaksi Rakyat
Indonesia terhadap Upaya Perdagangan Portugis dan Belanda
Menjelang kedatangan bangsa Eropa, masyarakat di
wilayah Nusantara hidup dengan tenteram di bawah kekuasaan raja-raja.
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia mula-mula
disambut baik oleh bangsa Indonesia,
tetapi lama-kelamaan rakyat Indonesia mengadakan perlawanan karena sifat-sifat
dan niat-niat jahat bangsa Eropa mulai terkuak dan diketahui oleh bangsa
Indonesia.
Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia
disebabkan orang-orang Barat ingin memaksakan monopoli perdagangan dan berusaha
mencampuri urusan kerajaan-kerajaan di Indonesia.
Adapun perlawanan-perlawanan tersebut antara lain:
1) Perlawanan di Aceh terhadap Portugis
2) Ternate melawan Portugis
3) Perlawanan Mataram (Perlawanan Sultan Agung)
terhadap Belanda
4) Banten melawan VOC
5) Makassar melawan VOC
6) Perlawanan Diponegoro (1825–1830) terhadap Belanda
7) Perang Padri (1821–1837)
2. Perkembangan Agama
Kristen di Indonesia
Sejak abad ke-15 Paus di Roma memberi tugas kepada
misionaris bangsa Portugis dan Spanyol untuk menyebarkan agama Katholik.
Kemudian bangsa Belanda pun tertarik untuk menyebarkan ajaran agama Kristen
Protestan dengan mengirimkan para zending di negeri-negeri jajahannya.
1. Misionaris Portugis di Indonesia
Pada abad ke-16 kegiatan misionaris sangat aktif
menyampaikan kabar Injil ke seluruh penjuru dunia dengan menumpang kapal
pedagang Portugis dan Spanyol. Salah seorang misionaris yang bertugas di
Indonesia terutama Maluku adalah Fransiscus Xaverius (1506–1552). Ia seorang
Portugis yang membela rakyat yang tertindas oleh jajahan bangsa Portugis. Di
kalangan pribumi ia dikenal kejujuran dan keikhlasannya membantu kesulitan
rakyat. Ia menyebarkan ajaran agama Katholik dengan berkeliling ke
kampung-kampung sambil membawa lonceng di tangan untuk mengumpulkan anak-anak
dan orang dewasa untuk diajarkan agama Katholik.
Kegiatan misionaris Portugis tersebut berlangsung di
Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, P ulau Siau, dan Sangir,
kemudian menyebar ke Kalimantan dan Jawa Timur.
Penyebaran agama Katholik di Maluku menjadi tersendat
setelah terbunuhnya Sultan Hairun yang menimbulkan kebencian rakyat terhadap
semua orang Portugis. Setelah jatuhnya Maluku ke tangan Belanda, kegiatan
misionaris surut dan diganti kegiatan zending Belanda yang menyebarkan agama
Kristen Protestan.
2. Zending Belanda di Indonesia
Pada abad ke-17 gereja di negeri Belanda mengalami
perubahan, agama Katholik yang semula menjadi agama resmi negara diganti dengan
agama Kristen Protestan. Pemerintah Belanda melarang pelaksanaan ibadah agama
Katholik di muka umum dan menerapkan anti Katholik, termasuk di tanah-tanah
jajahannya.
VOC yang terbentuk tahun 1602 mendapat kekuasaan dan
tanggung jawab memajukan agama. VOC mendukung penyebaran agama Kristen
Protestan dengan semboyan “siapa punya negara, dia punya agama”, kemudian VOC
menyuruh penganut agama Katholik untuk masuk agama Kristen Protestan. VOC turut
membiayai pendirian sekolah-sekolah dan membiayai upaya menerjemahkan injil ke
dalam bahasa setempat. Di balik itu para pendeta dijadikan alat VOC agar
pendeta memuji-muji VOC dan tunduk dengan VOC. Hal tersebut ternyata sangat
menurunkan citra para zending di mata rakyat, karena VOC tidak disukai rakyat.
Tokoh zending di Indonesia antara lain Ludwig Ingwer
Nommensen, Sebastian Danckaerts, Adriaan Hulsebos, dan Hernius.
Kegiatan zending di Indonesia meliputi:
a. Menyebarkan agama Kristen Protestan di Maluku,
Sangir, Talaud, Timor, Tapanuli, dan kota-kota besar di Jawa dan Sumatra.
b. Mendirikan Nederlands Zendeling Genootschap (NZG),
yaitu perkumpulan pemberi kabar Injil Belanda yang berusaha menyebarkan agama
Kristen Protestan, mendirikan wadah gereja bagi jemaat di Indonesia seperti
Gereja Protestan Maluku (GPM), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Huria Kristen Batak
Protestan (HKBP), dan mendirikan sekolah-sekolah
yang menitikberatkan pada penyebaran agama Kristen Protestan.
3. Wilayah Persebaran Agama Nasrani di Indonesia
pada Masa Kolonial
Saat VOC berkuasa, kegiatan misionaris Katholik
terdesak oleh kegiatan zending Kristen Protestan, dan bertahan di Flores dan
Timor. Namun sejak Daendels berkuasa, agama Katholik dan Kristen Protestan
diberi hak sama, dan mulailah misionaris menyebarkan kembali agama Katholik
terutama ke daerah-daerah
yang belum terjangkau agama-agama lain.
Penyebaran agama Kristen Protestan di Maluku menjadi
giat setelah didirikan Gereja Protestan Maluku (GPM) tanggal 6 September 1935.
Organisasi GPM menampung penganut Kristen Protestan di seluruh Maluku dan Papua
bagian selatan. Penyebaran agama Kristen menjangkau Sulawesi Utara di Manado,
Tomohon, Pulau Siau, Pulau Sangir Talaud, Tondano, Minahasa, Luwu, Mamasa dan
Poso, serta di Nusa Tenggara Timur yang meliputi Timor, Pulau Ende, Larantuka,
Lewonama, dan Flores. Adapun persebaran agama Katholik di Jawa semula hanya
berlangsung di Blambangan, Panarukan, Jawa Timur. Namun, kemudian menyebar ke
wilayah barat, seperti Batavia, Semarang, dan Jogjakarta.
Agama Kristen Protestan di Jawa Timur berkembang di
Mojowarno, Ngoro dekat Jombang. Di Jawa Tengah meliputi Magelang, Kebumen,
Wonosobo, Cilacap, Ambarawa, Salatiga, Purworejo, Purbalingga, dan Banyumas. Di
Jawa Barat pusat penyebaran agama Kristen terdapat di Bogor, Sukabumi, dan
Lembang (Bandung). Di Sumatra Utara masyarakat Batak yang menganut agama
Kristen berpusat di Angkola Sipirok, Tapanuli Selatan, Samosir, Sibolga, Buluh
Hawar di Karo, Kabanjahe, Sirombu, dan kepulauan Nias. Kegiatan agama Kristen
pada masyarakat Batak dipusatkan pada organisasi HKBP. Adapun di Kalimantan
Selatan agama Kristen berkembang di Barito dan Kuala Kapuas. Di Kalimantan
Barat umat Nasrani banyak terdapat di Pontianak. Di Kalimantan Timur banyak
terdapat di Samarinda, Kalimantan Tengah di pemukiman masyarakat Dayak desa
Perak dan Kapuas Kahayan.
Faktor-faktor penyebab sulitnya perkembangan agama
Kristen di Indonesia pada waktu itu adalah:
a) Pada waktu itu agama Kristen dianggap identik
dengan agama penjajah.
b) Pemerintah kolonial tidak menghargai prinsip
persamaan derajat manusia.
Oleh karena itulah upaya penyebaran dilakukan di
daerah-daerah yang belum tersentuh agama lainnya. Juga dilakukan dengan
mengadakan tindakan-tindakan kemanusiaan seperti mendirikan rumah sakit dan sekolah.
Akhirnya berkat kerja keras kaum misionaris dan zending, agama Kristen dapat
berkembang di Indonesia
sampai sekarang.
a. Penjelajahan Bangsa
Portugis
Setelah perjanjian
Thordesillas (1492) pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz
mencoba mencari jalan keluar untuk menemukan dunia Timur (pusat rempah-rempah).
Namun pelayarannya Bartholomeus Diaz hanya sampai di ujung Afrika Selatan
(1496). Hal ini disebabkan oleh besarnya gelombang ombak Samudera Hindia,
sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Diaz tidak berhasil
melewatinya. Oleh Bartholomeus Diaz tanjung itu dinamakan Tanjung Pengharapan
(Cape og Good Hope atau Tanjung Harapan sekarang).
Pada tahun 1498, raja
Portugis mengirim ekspedisinya di bawah pimpinan Vasco da Gama. Ekspedisi ini
berhasil mendarat di Kalkuta (India) pada tahun 1498. Kemudian pada tahun 1511
dari India bangsa Portugis mengirim ekspedisinya di bawah pimpinan Alfonso
d’Alburquerque, mengikuti perjalanan para pedagang Islam. Pada tahun 1511 itu
juga Portugis berhasil menduduki Malaka, pusat perdagangan Islam di Asia
Tenggara. Kemudian Portugis tiba di Ternate (Maluku) tahun 1512.
Untuk menyelesaikan
pertikaian kedua bangsa kulit putih itu, paus turun tangan dan pada tahun 1512
dilakukan Perjanjian Saragossa (Zaragoza). Isi perjanjian itu antara lain:
1.
Bumi ini dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
2. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Mexico ke arah Barat sampai ke kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai ke kepulauan Maluku.
2. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Mexico ke arah Barat sampai ke kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai ke kepulauan Maluku.
b. Kedatangan Bangsa
Belanda di Indonesia
Bangsa Belanda memulai pelayarannya, pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, para pedagang bangsa Belanda tiba Banten (Indonesia). Dari bandar Banten pelaut Belanda melanjutkan pelayarannya ke arah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak.
Untuk mengatasi persaingan antara para pedagang Belanda itu sendiri, pemerintah membentuk badan usaha atau kongsi dagang yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yaitu Persekutuan Dagang Hindia Timur. VOC berdiri tahun 1602 yang juga lebih sering disebut oleh bangsa Indonesia dengan sebutan Kompeni Belanda.
Bangsa Belanda memulai pelayarannya, pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, para pedagang bangsa Belanda tiba Banten (Indonesia). Dari bandar Banten pelaut Belanda melanjutkan pelayarannya ke arah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak.
Untuk mengatasi persaingan antara para pedagang Belanda itu sendiri, pemerintah membentuk badan usaha atau kongsi dagang yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yaitu Persekutuan Dagang Hindia Timur. VOC berdiri tahun 1602 yang juga lebih sering disebut oleh bangsa Indonesia dengan sebutan Kompeni Belanda.
c. Kedatangan Bangsa
Inggris di Indonesia
Sejak abad ke-17, para
pedagang Inggris sudah berdagang sampai di daerah India. Di India timur, para
pedagang Inggris mendirikan kongsi dagang yakni East India Company (EIC) pada
tahun 1600, dengan daerah operasinya adalah India. Pusat kekuatan EIC adalah
Kalkuta (India), dan dari kota inilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia
Tenggara.
Di bawah Gubernur
Jenderal Lord Minto yang berkedudukan di Kalkuta dibentuk ekspedisi Inggris
untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda yang ada di wilayah Indonesia.
Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffes telah berhasil merebut seluruh wilayah
kekuasaan Belanda di Indonesia.
Berdasarkan perjanjian
London tahun 1815, Inggris diharuskan mengembalikan kekuasaannya di Indonesia
kepada Belanda. Dan pada tahun 1816 Inggris melaksanakan kewajibannya itu.
Pada tanggal 17 Maret 1824, di London, Antara Kerajaan Britania Raya dan
Kerajaan Belanda mentandatangani Perjanjian Britania-Belanda 1824, yang juga
dikenal dengan Perjanjian London atau Traktat London. Perjanjian ini ditujukan
untuk mengatasi konflik yang bermunculan akibat pemberlakuan Perjanjian
Britania-Belanda 1814.
Belanda diwakili oleh Hendrik Fagel dan Anton Reinhard Falck, sedangkan
Britania diwakili oleh George Canning dan Charles Watkins Williams Wynn.
Perjanjian ini menjelaskan, bahwa kedua negara diijinkan untuk tukar
menukar wilayah pada British India, Ceylon (Sri Langka) dan Indonesia,
berdasarkan kepada negara yang paling diinginkan, dengan pertimbangan
masing-masing negara harus mematuhi peraturan yang ditetapkan secara lokal.
antara lain :
1. Pembatasan jumlah bayaran yang boleh dikenakan pada barang dan kapal
dari negara lain.
2. Tidak membuat perjanjian dengan negara bagian Timur yang tidak mengikutsertakan /membatasi perjanjian dagang dengan negara lain.
3. Tidak menggunakan kekuatan militer dan sipil untuk menghambat perjanjian dagang.
4. Melawan pembajakan dan tidak menyediakan tempat sembunyi atau perlindungan bagi pembajak atau mengijinkan penjualan dari barang-barang bajakan.
5. Pejabat lokal masing-masing tidak dapat membuka kantor perwakilan baru di pulau-pulau Hindia Timur tanpa seijin dari pemerintah masing-masing di Eropa.
2. Tidak membuat perjanjian dengan negara bagian Timur yang tidak mengikutsertakan /membatasi perjanjian dagang dengan negara lain.
3. Tidak menggunakan kekuatan militer dan sipil untuk menghambat perjanjian dagang.
4. Melawan pembajakan dan tidak menyediakan tempat sembunyi atau perlindungan bagi pembajak atau mengijinkan penjualan dari barang-barang bajakan.
5. Pejabat lokal masing-masing tidak dapat membuka kantor perwakilan baru di pulau-pulau Hindia Timur tanpa seijin dari pemerintah masing-masing di Eropa.
Pertimbangan-pertimbangan dalam perjanjian ini, mengikutsertakan :
* Belanda menyerahkan semua dari perusahaan/bangunan yang telah didirikan
pada wilayah India dan hak yang berkaitan dengan mereka.
* Belanda menyerahkan kota dan benteng dari Malaka dan setuju untuk tidak membuka kantor perwakilan di semenanjung Melayu atau membuat perjanjian dengan penguasanya.
* Belanda menarik mundur oposisinya dari pendudukan pulau Singapura oleh Britania.
* Britania meminta untuk diberikan akses perdagangan dengan kepulauan Maluku, terutama dengan Ambon, Banda dan Ternate.
* Britania menyerahkan pabriknya di Bengkulu (Fort Marlborough) dan seluruh kepemilikannya pada pulau Sumatra kepada Belanda dan tidak akan mendirikan kantor perwakilan di pulau Sumat atau membuat perjanjian dengan penguasanya.
* Britania menarik mundur oposisinya dari pendudukan pulau Billington oleh Belanda.
* Britania setuju untuk tidak mendirikan kantor perwakilan pada kepulauan Karimun atau pada pulau-pulau Batam, Bintan, Lingin, atau pulau-pulau lain yang terletak sebelah selatan dari selat Singapura ataumembuat perjanjian dengan penguasa-penguasa daerah.
* Belanda menyerahkan kota dan benteng dari Malaka dan setuju untuk tidak membuka kantor perwakilan di semenanjung Melayu atau membuat perjanjian dengan penguasanya.
* Belanda menarik mundur oposisinya dari pendudukan pulau Singapura oleh Britania.
* Britania meminta untuk diberikan akses perdagangan dengan kepulauan Maluku, terutama dengan Ambon, Banda dan Ternate.
* Britania menyerahkan pabriknya di Bengkulu (Fort Marlborough) dan seluruh kepemilikannya pada pulau Sumatra kepada Belanda dan tidak akan mendirikan kantor perwakilan di pulau Sumat atau membuat perjanjian dengan penguasanya.
* Britania menarik mundur oposisinya dari pendudukan pulau Billington oleh Belanda.
* Britania setuju untuk tidak mendirikan kantor perwakilan pada kepulauan Karimun atau pada pulau-pulau Batam, Bintan, Lingin, atau pulau-pulau lain yang terletak sebelah selatan dari selat Singapura ataumembuat perjanjian dengan penguasa-penguasa daerah.
Semua serah terima dari kepemilikan dan bangunan yang didirikan terjadi
pada tanggal 1 Maret 1825.Termasuk penyerahan Jawa kembali kepada Belanda,
seperti yang dijelaskan pada Convention on Java tanggal 24 Juni 1817. Hal ini
diluar dari jumlah yang harus dibayarkan oleh Belanda sebesar 100.000 pounds
sterling sebelum akhir tahun 1825.
Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Bangsa Eropa
Kedatangan bangsa-bangsa
Barat ke wilayah Nusantara disatu sisi memang telah ikut meramaikan aktivitas
perdagangan Nusantara. Namun disisi lain telah menyulut terjadinya perlawanan
antara penguasa-penguasa Nusantara dengan bangsa-bangsa Barat. Perlawanan
tersebut secara umum disebabkan oleh tindakan yang berupa memaksakankehendaknya
terhadap penguasa Nusantara. Misalnya dengan melakukan monopoli perdagangan,
mencampuri urusan intern kerajaan, dan melakukan politik adu domba. Berikut ini
beberapa perlawanan yang dilakukan rakyat indonesia terhadap para penjajah.
a.
Perlawanan Demak
terhadap Portugis
Jatuhnya malaka ke
tangan portugis dianggap merupakan suatu ancaman bagi eksistensi demak baik
secara politik maupun ekonomi. Oleh karena itu, pada tahun 1512 demak di bawah
pimpinan pati unus atau pangeran sabrang lor berusaha untuk mengusir portugis
dari malaka. Usaha tersebut belum membawa hasil, namun upaya demak untuk
membendung pengaruh portugis tidak berhenti di situ. Pada tahun 1527, demak
mengirimkan pasukan ke wilayah jawa barat di bawah pimpinan fatahillah. Hal
tersebut dilakukan karena sunda kelapa berupaya membangun kerja sama dengan
portugis. Pasukan demak di bawah pimpinan fatahillah akhirnya berhasil merebut
sunda kelapa. Untuk mengenang keberhasilan tersebut, nama sunda kelapa akhirnya
diubah menjadi jayakarta.
b.
Perlawanan makassar terhadap
VOC
Sejak tahun 1655
makassar diperintah sultan hasanuddin. Pada masa ini makasar mengalami
kejayaan. Perdagangan maju karena makasar sebagai pusat perdagangan di bagian
timur nusantara. VOC ingin monopoli perdagangan di makasar, sehingga muncul perang
antara hasanuddin dan VOC. Untuk menghadapi perang tersebut, VOC meminta
bantuan aru palaka, raja bone dan akhirnya makassar jatuh ke tangan VOC. Sultan
hasanuddin harus menandatangani perjanjian bongaya(1667) yang isinya:
1)
Makasar melepas semua
daerah kekuasaannya
2)
VOC memonopoli
perdagangan di makasar
3)
Makassar harus
mengganti kerugian perang
4)
Didirikan
benteng-benteng belanda makassar
5)
Aru Palaka diakui
sebagai raja di Bone
c.
Perlawanan Pattimura
Untuk melepaskan
penderitaan rakyat maluku akibat penjajahan Belanda, Pattimura (Thomas
Matullesi) melakukan perlawanan. Penyerangan dimulai tanggal 16 Mei 1817 dengan
menyerang benteng Duurstede di Sapura. Pattimura dibantu oleh Christina Martha
Tiahahu. Perlawanan Pattimura mengakibatkan Residen Belanda di Sapura, van den
Beng terbunuh. Untuk melawan pattimura, Belanda mengirimkan pasukan dari Ambon
dipimpin kapten Lisnet dan Mayer. Akhirnya Pattimura ditangkap Belanda dan
dihukum gantung di Benteng New Victoria
d.
Perang Padri
Perang Padri pada
awalnya adalah perang antara kaum adat dengan kaum padri(agama). Perang saudara
tersebut meluas, karena belanda ikut campur tangan membantu kaum adat. Latar
belakang perang padri antara lain:
1)
Keinginan kaum padri
meluruskan ajaran islam di masyarakat
2)
Adanya adat istiadat
yang bertentangan dengan syariat islam
3)
Perkembangan adat
matrilineal tidak sesuai dengan ajaran islam
4)
Perebutan pengaruh
antara kaum adat dan golongan agama
Pertempuran antara kaum
padri dan kaum adat terjadi di kota lawas. Perang saudara ini dimanfaatkan belanda
untuk menguasai sumatra dengan membantu kaum adat, namun kaum adat sadar bahwa
mereka hanya dimanfaatkan belanda. Akhirnya kaum padri dan kaum adat bersatu
untuk melawan belanda. Perang padri akhirnya dimenangkan oleh belanda setelah
salah satu tokoh perang padri Imam Bonjol tertangkap pada tahun 1837. Imam
Bonjol akhirnya diasingkan ke cianjur, kemudian dipindah ke Minahasa dan
akhirnya ke Manado sampai wafat tahun 1864.
e.
Perlawanan Diponogoro
Pangeran Diponogoro
adalah bangsawan Mataram yang berusaha membebaskan tanah mataram dari dominasi
Belanda. Perlawanan tersebut terjadi antara tahun 1852-1830. Sebab-sebab
perlawanan Pangeran Diponogoro sebagai berikut:
a)
Kerajaan mataram makin
sempit kekuasaan dan wilayahnya karena
aneksasi belanda
b)
Campur tangan belanda
dalam urusan intern di istana
c)
Penderitaan dan
kesengsaraan mataram karena banyak pajak
d)
Kaum ulama kecewa
karena berkembangnya budaya barat
e)
Bangsawan tidak
diperkenalkan menyewakan tanah
Komentar
Posting Komentar