Bahaya jika serahkan anak ke baby sitter sepenuhnya


            Sering kali seorang ibu yang berperan ganda menjadi seorang wanita karier menyerahkan sepenuhnya kepada baby sitter untuk mengurus anaknya. Hal itu tak menjadi masalah jika sang ibu juga ikut berperan dalam merawat anaknya. Tidak hanya bertemu buah hati hanya ketika makan bersama saat pagi lalu saat malam sang buah hati sudah terlelap sehingga tak sempat berinteraksi dengannya. Jika seperti itu cara anda dalam merawat buah hati, maka jangan salahkan siapapun ketika nantinya anak anda tidak begitu dekat maupun tidak mempercayai anda sehingga nyaman untuk berbagi cerita.
            Ketika buah hati dalam periode bayi(usia 0-2tahun) hubungan keluarga merupakan unsur yang penting bagi perkembangannya. Karena lingkungan awal terutama terbatas pada rumah, maka hubungan antarkeluarga mempunyai peran yang penting dalam menentukan pola sikap dan perilakunya kelak dalam hubungan dengan orang-orang lain. Selama tahun-tahun masa bayi, hubungan orang tua-anak lebih penting daripada bentuk hubungan keluarga yang lain.
            Meskipun semua tahapan dalam rentang kehidupan mengandung bahaya, tetapi bahaya tertentu lebih banyak terdapat selama masa bayi dariapada dalam periode-periode lain. Bahaya dapat merupakan bahaya fisik dan bahaya psikologis. Karena pola perilaku, minat dan sikap terbentuk selama masa bayi, maka bahaya psikologis dapat terwujud kalau diletakkan dasar-dasar yang buruk pada masa ini. Jika ibu tidak mengiringi perkembangan buah hati pada saat masa bayi dan menyerahkan seluruhnya pada baby sitter tanpa sempat mengawasi maka akan berdampak pada perilaku buah hati ketika sudah besar. Karena pada periode bayi, indra atau sistem sensoriknya sudah mampu dalam menangkap informasi yang datang padanya.
            Dalam perkembangan psikososialnya bayi juga mengalami perkembangan percaya diri. Sebelum menjelaskan tentang perkembangan percaya diri, saya akan menjelaskan apa itu perkembangan psikososial. Perkembangan psikososial adalah sesuatu yang berhubungan dengan perubahan-perubahan perasaan atau emosi serta perubahan bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Menurut Erik Erikson (1968), pada tahun pertama (bayi usia 1-2 bulan) kehidupan ditandai dengan adanya tahap perkembangan rasa percaya dan rasa tidak percaya. Ketika bayi selalu bersama baby sitter maka dia akan memiliki rasa percaya lebih kepada baby sitter nya dibanding dengan ibu nya yang jarang berinteraksi dengannya. Karena dia mengenali wajah seseorang yang membuat dia nyaman. Jadi ketika wajah orang yang membuat dia nyaman itu hilang atau pergi maka dia akan menangis mencari kemana orang yang biasanya ada dengannya dan membuatnya nyaman. Maka ketika hadir seseorang asing baginya dan seseorang itu mencubit pipinya karena gemas, dia akan menangis dan berisyarat pada orang yang biasa bersamanya dan membuatnya nyaman bahwa dia takut dan seolah berkata tolong jauhkan orang asing yang mencubitku itu dari aku.
            Ketika buah hati sudah tumbuh besar maka akan sulit terbuka dan percaya pada ibunya untuk bercerita segalanya jika sang ibu tidak sering berinteraksi dengannya ketika dalam periode bayi. Jadi seharusnya walaupun menggunakan jasa baby sitter untuk menjaga buah hati, anda jangan melupakan peran sebagai ibu yang harus merawat, mengawasi, serta mengimbangi perkembangannya. Tetap lah meluangkan waktu untuk bersama buah hati karena mereka butuh kasih sayang ayah dan ibu serta dekapan hangat pelukan ibu yang membuatnya nyaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rusaknya Moral Remaja

Cara mudah mendownload film/video dari youtube

Masa Kolonialisme Indonesia